MENU TUTUP
Terpopuler     Nasional Daerah Home

BGN Perkuat Edukasi Gizi, Sosialisasi MBG di SMPN 4 Pupuan Dorong Generasi Sehat

Sabtu, 29 November 2025 | 12:44 WIB / Redaksi
BGN Perkuat Edukasi Gizi, Sosialisasi MBG di SMPN 4 Pupuan Dorong Generasi Sehat Dok: Istimewa.

Jakarta - Pemerintah terus memperluas upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif nasional yang digagas DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) ini kembali digelar di SMPN 4 Pupuan, Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris yang memberikan sambutan secara daring, Analis Madya Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Ari Yulianto, serta anggota DPRD Tabanan I Gede Purnawan.

Dalam pemaparannya, Charles Honoris menyebut MBG sebagai langkah strategis negara dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa BGN memegang peran vital sebagai garda terdepan edukasi publik, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola makan bergizi dan bahaya konsumsi makanan ultra-proses.

“BGN harus menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak kita dari serbuan makanan ultra-proses yang berisiko meningkatkan penyakit tidak menular,” ujar Charles. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, karena kebiasaan makan sehat harus dimulai dari rumah.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin generasi muda tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi besar di masa depan,” tambahnya.

Dari sisi daerah, anggota DPRD Tabanan I Gede Purnawan menilai bahwa MBG membawa dampak yang lebih luas dari sekadar perbaikan gizi. Program ini, menurutnya, ikut menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan di wilayah sekitar.
“Selain meningkatkan gizi anak, MBG dapat men

Sementara itu, perwakilan BGN, Ari Yulianto, menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Program ini dirancang untuk menyasar peserta didik dari PAUD hingga SMA, serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Pendekatan ini memastikan pemenuhan gizi sejak dini agar tumbuh kembang anak lebih optimal,” jelasnya.

Ari juga menambahkan bahwa desain MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi turut diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal. Pengadaan bahan pangan dilakukan dengan melibatkan petani dan nelayan daerah, sementara operasional dapur SPPG membuka peluang kerja baru di masyarakat.

“MBG bukan hanya soal makanan sehat, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Melalui sosialisasi di Pupuan ini, BGN menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan setiap tahap pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar mulai dari menu, distribusi, hingga edukasi keluarga. Program ini terus diperluas di berbagai daerah sebagai upaya menekan masalah kekurangan gizi dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga

BGN Kerahkan Korwil dan SPPI, Penanganan Gizi Darurat Sumut Capai Ratusan Ribu Porsi

BGN Respons Keluhan Siswa, Variasi Menu Sekolah di Tolitoli Kini Boleh Pakai Ikan

BGN Diapresiasi Pengamat: Kritik Justru Jadi Bahan Bakar Perbaikan Program MBG

BGN Kerahkan Dapur Gizi untuk Bantu Ribuan Warga Terdampak Banjir di Solok

‘Smiling Indonesia’, Wajah Baru Anak-Anak Penerima MBG yang Disorot Wakil Kepala BGN

Kontak Informasi indonesiareports.com
Redaksi: redaksiindonesiareports[at]yahoo.com
Iklan: iklanindonesiareports[at]yahoo.com