BGN Tegaskan Urgensi Gizi Anak, Desa Cau Belayu Jadi Titik Awal Sosialisasi Program MBG
Dok: Istimewa.
Jakarta - Masa depan Indonesia sesungguhnya sedang dipertaruhkan di piring makan anak-anak. Kesadaran itulah yang menjadi latar kuat ketika Badan Gizi Nasional (BGN) bersama DPR RI meluncurkan sosialisasi perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cau Belayu, Tabanan.
Kegiatan yang digelar di Wantilan Desa Adat Seribupati itu menjadi momentum penting untuk menggerakkan masyarakat dalam perang melawan malnutrisi dini.
Ratusan warga hadir dengan antusias. Wajah mereka memancarkan harapan sekaligus tanggung jawab—bahwa keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi warga sebagai pemilik kunci perubahan.
Dalam kesempatan itu, BGN menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan makan, melainkan strategi nasional untuk memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak Indonesia. BGN menyoroti fakta bahwa fondasi gizi seimbang harus ditanam sejak dini agar generasi berikutnya tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.
BGN juga menekankan pentingnya peran masyarakat desa sebagai garda terdepan. Melalui edukasi pangan sehat, keterlibatan kader, hingga pemanfaatan bahan pangan lokal, warga diarahkan untuk menjadi bagian aktif dari ekosistem gizi yang berkelanjutan.
Sosialisasi ini menjadi bukti keseriusan BGN mendorong transformasi gizi nasional hingga ke level desa. Dengan memperkuat kesadaran publik dan memastikan setiap keluarga memahami nilai penting gizi seimbang, BGN berharap Desa Cau Belayu dapat menjadi model penggerak MBG di Bali.
Peluncuran ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering dimulai dari ruang-ruang kecil. Di balai desa, di hadapan warga, dan melalui piring makan anak-anak yang lebih sehat—masa depan bangsa sedang dibangun perlahan tapi pasti.


