BGN Jadi Dapur Umum, 290 Ribu Paket Makanan Didistribusikan untuk Korban Banjir Sumut–Sumbar
Dok: Istimewa.
Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjamin kebutuhan pangan masyarakat saat bencana. Ketika banjir bandang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, BGN bergerak cepat mengalihkan fungsi dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi dapur umum.
Sekolah-sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup sementara akibat banjir, dan aliran makanan yang biasanya ditujukan untuk anak-anak, kini diarahkan sepenuhnya kepada ribuan warga yang membutuhkan.
KR Agung Kurniawan, Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Utara, menyebut bahwa langkah ini menjadi prioritas demi memastikan tidak ada warga terdampak yang kekurangan pangan. Dari Kota Medan hingga Mandailing Natal, dapur SPPG bergerak serentak memasak dan mengirimkan makanan setiap hari.
Hasilnya, 290 ribu paket makanan berhasil didistribusikan hanya dalam beberapa hari. Di Medan saja, 48 SPPG yang aktif mampu menyiapkan lebih dari 55 ribu paket makanan, sementara Deli Serdang menjadi wilayah dengan distribusi terbesar mencapai 100 ribu porsi.
Di lapangan, tantangannya tidak kecil. Banyak wilayah mengalami keterbatasan bahan baku, listrik, bahkan akses internet yang terputus. Di Kepulauan Nias, beberapa SPPG terhenti karena Pelabuhan Sibolga ditutup.
Namun para koordinator wilayah dan tenaga SPPI tetap bergerak dari satu titik ke titik lain demi memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia. Arahan pimpinan BGN juga memungkinkan SPPG tetap beroperasi meski memasuki hari libur, sebuah langkah yang sangat membantu karena warga membutuhkan pasokan tanpa jeda.
Di tengah kondisi sulit, dapur-dapur SPPG yang biasanya melayani anak sekolah bertransformasi menjadi dapur umum yang melayani masyarakat luas. BGN memastikan bahwa setiap dapur berfungsi optimal dan tidak ada proses distribusi yang terhenti. Sinergi pemerintah daerah, para mitra, dan jajaran SPPG di lapangan menjadi modal utama dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah bencana.
Melalui kerja cepat ini, BGN kembali membuktikan bahwa infrastruktur gizi yang dibangun dalam program MBG tidak hanya bermanfaat di hari normal, tetapi juga menjadi penyangga vital ketika bencana datang tanpa peringatan. BGN menegaskan komitmennya untuk terus hadir, memastikan setiap warga terdampak banjir tetap mendapat makanan yang layak dan bergizi, hingga kondisi berangsur pulih.


